Kenangan

Senin, 25 Januari 2010

Agent of Change itu adalah Kader Terbaik!!!


Agent of Change itu adalah Kader Terbaik!!!
Wahadi, S.KM ( Terinspirasi dari Taujih Ust. Ahmad Arqom di kajian ahad pagi Masjid Al Iman Surabaya)

Kawan, Ilmu itu harus ditulis agar tidak hilang. Karena terbatasnya daya tangkap dan daya ingat server otak Manusia itu. Mungkin karena alasan itu pula Kholifah Usman ibn Affan menitahkan  membuat Mushaf Al Qur’an pertama kali. Pagi ini (24/10 2010) begitu cerah langit kota Pahlawan, walaupun januari, hujannya sehari-hari namun Alhamdulillah, Allah memberi kecerahan pagi ini. Cerah fajar di Surabaya, juga membuat Cerah Suasana hati ini. Pagi ini pasca subuh rencana saya adalah ngangsu kawruh (menimba ilmu, red) ada kajian ahad pagi di Masjid Al Iman, Sutorejo bersama Ust. Arham Arqom (Trustco Surabaya), kawan jujur saja, beliau adalah salah satu Ustad favorit saya di Surabaya. Hari-hari terakhir ini begitu berbeda bagi saya, ada kekuatan yang rasanya meringankan langkah-langkah kaki ini menghadiri majelis-majelis ilmu di bumi Pahlawan ini. Mungkin karena sebentar lagi akan meninggalkan Kota ini sehingga ingin sekali saya menyibukkan Malaikat di sebelah kanan saya untuk menuliskan hanya dan hanya jejak kebaikan yang tertulis di diary amalnya. Dan semoga Bumi pahlawan ini juga menjadi saksi kelak yang mengatakan di hadapan Allah, bahwa Wahadi meninggalkan Surabaya dengan banyak menancapkan dahinya, bersujud di atasku ya Allah. Subhanallah semoga keinginan Khusnul Khotimah di metropolis ini bisa tergapai.
            Kawan, Saya ingin menceritakan pada kalian dan membagi ilmu padamu. Sebuah taujih sekitar 30 menitan dari Ust. Ahmad Arqom. Beliau memulai membius kami dengan tiga kisah inspiratif tentang para pelaku perubah Sosial.
1.      Kisah ini di tulis oleh ulama dari Riyadh dalam shirohnya. Kisah tentang sahabat Rasulullah, Umar bin Khottob. Sahabat yang dikenal dengan jiwa ketentaraannya, sewaktu menjadi Kholifah, kita tahu bahwa masa Umar, adalah masa yang begitu gemilang di dalam sejarah ummat. Bagaimana tidak, begitu makmur rakyat kala itu, ekspedisi demi ekspedisi memperluas agama ini dilakukan dengan gilang gemilang, tak kurang sampai Spanyol pun di Islamkan. Pagi itu Umar berjalan-jalan di Pasar. Kawan ini adalah Hobbi Umar bin Khottob, berkumpul dengan para kaum proletar negrinya untuk mengetahui apa yang sedang di rasakan pada rakyatnya. Kawan, inilah jaring asmara (Aspirasi Masyarakat) ala Umar. Kalau dewan kita hanya bisa mendengar apa keluhan masyarakat saat jaring asmara, maka Umar tidak demikian, Dia juga langsung memberi solusi atas permasalahannya ummatnya. Kalo ada yang lapar maka tak segan umar memanggul sendiri gandum dari gudang makanan negara untuk di berikan pada si miskin. Itulah umar, kawan! Apa kau ingin menggantikan SBY kelak, atau jadi pemimpin public negri ini? Maka pelajari kepemimpinan Umar! Pagi itu Umar menelusup pasar. Namun ada hal aneh yang di temukan, tidak ada sama sekali pedagang Muslim di Pasar itu. Keanehan itupun ditanyakan langsung pada penduduk muslim disana. Dan jawaban yang keluar dari sang penduduk adalah “Dengan kekuasaan Islam seperti ini ‘katanya’ kita sudah tidak lagi butuh Pasar”. Umarpun menjawab langsung “Jika hal ini dibiarkan, suatu saat nanti laki-laki kita akan bergantung pada laki-laki Yahudi. Wanita-wanita kita akan bergantung juga apada wanita-wanita yahudi”.
2.      Kisah kedua masih tentang Umar bin Khottob Kawan. Memang taka da matinya menceritakan keunggulan sahabat special nabi ini. Kala itu Umar seperti biasa melakukan Inspeksi ke lapangan. Tapi kali ini dia tidak sendirian. Dia ditemani Abdullah bin Mas’ud. Ketika tiba di sebuah rumah tua, Umar mendengar ada suara. Kemudian Umar mengintip lewat celah dinding itu. Begitu terperangahnya dia karena melihat seorang kakek tua sedang mabuk, ditangannya membawa Khomr, dan di depannya menari striptis seorang gadis. Melihat hal ini murka umar memuncak. Pintu itupun di dobrak. Kawan kalau kau tahu kekuatan Umar itu luar biasa, dia ahli gulat, di salah satu acara TPI, Dr. Muslich Abdul Karim, M.A. ( DSP PKS, Alhamdulillah saya pernah silaturahim ke rumah beliau) mengatakan bhwa pakaian Umar bin Khottob itu panjangnya 5 m, kalo di mengendarai Kuda (bukan Mitsubishi Kuda, lho!!) yang paling besar dan gagah, kaki Umar masih menapak tanah. Kawan, Silakan bayangkan sendiri bagaimana postur dan kekuatan Umar . Kawan, kembali kecerita tadi. Dengan sedikit senggolan saja dinding itupun langsung roboh dan Umarpun bisa masuk ke Rumah pak tua tadi. Dengan emosi yang masih membuncah, Umar lalu berteriak keras “ Kakek tua , Kau sudah tua tapi kelakuanmu sungguh nista. Apakah kau tidak tahu ajalmu sudah dekat?”. Mendengar hal itu sang kakek dengan PD berkata,” aku baru melakukan 1 dosa, tapi tahukah kau, wahai Umar, kau sudah melakukan 3 dosa sekaligus.” Umar tambah jengkel, kemudian menanyakan apa dosanya. Sang kakek menuturkan, “pertama kau telah melihat sesuatu dengan cara yang tak halal, kau tadi mengintip. Itu tidak diperkenankan dalam Islam. Kedua, kau memasuki rumahku tanpa salam, itu menyalahi syariat Islam. Ketiga umar, kau telah memasuki rumahku dengan cara buruk, menjebol tembok. Padahal agama ini menyuruh kita memasuki rumah dari pintu dengan cara yang baik”. Mendengar hal itu Umar lalu pergi seketika sembari diikuti Abdullah bin Mas’ud. Beberapa minggu kemudia dalam sebuah kajian ahad pagi yang di adakan Umar bin Khottob, ternyata kakek tua itu datang ke masjid. Namun dia mengambil tempat agak belakang agar tidak diketahui Umar supaya aibnya tidak di ceritakan pada masyarakat. Tapi melihat gelagat itu Umarpun Tahu, tak lama kemudian di dekatinya kakek tua itu. Tiba-tiba umar mengatakan sesuatu pada kakek itu, “wahai kakek semenjak saat itu aku tidak mencerikatan kejadianmu pada siapapun, termasuk membicarakannya pada Abdullah Bin Mas’ud. Wahai Kakek tua, Aku takut melakukan dosa yang keempat” kemudian sang kakek pun menuturkan “ Wahai Umar, semenjak kejadian itupula aku telah berhenti bermaksiat dan tidak akan bermaksiat lagi sampai mati”. Kawan, ini luar biasa! Bagaimana perubahan yang dilakukan oleh Umar!
3.      Kisah terakhir yang ditutrkan Ust. Arqom adalah Kisah Rosulullah ketika di datangi seseorang yang ingin masuk Islam. Si Fulan ini mengajukan Syarat ats keIslamannya. Di hadapan Rosulullah si fulan ini meminta beberapa domba sebagai ganti syahadatnya. Kemudian Rosulullah mengaminkannya di berikannya domba ganti syahadatnya itu dan tidak hanya beberapa domba bahkan seluruh dompa yang ada di kaki bukit milik Rasulullah, di berikannya domba-domba itu tanpa ragu. Akhirnya merekapun deal dengan kesepakan itu. Sepulangnya di kampung halamannya si Muallaf ini langsung berceria di hadapan masyarakat kampungnya, “wahai kaumku masuklah pada agama Islam, agama Muhammad, maka kau akan kaya raya. Kau akan mendapati Muhammad itu Orang yang suka memberi seolah-olah dia tidak takut miskin”. Namun sejarah kemudian mencatat sang muallaf tumbuh menjadi orng yang sangat cinta pada dien Islam ini dari pada domba-dombanya! Ini cara Rosul kekasih Allah itu merubah Masyarakat. Membuat perubahan signifikan di tengah kejahiliyahan ummat kala itu!
Kawan inilah kunci perubahan sosial. Semakin banyak orang-orang baik yang menularkan kebaikannya pada Masyarakat, maka semakin cepat perubahan Sosial itu terwujud. Inilah kaidah sejarah yang selalu menemukan keberhasilannya. Dan 3 cerita di atas adalah bukti sejarah itu. Memang untuk menyembuhkan Ummat yang sakit ini, perlu adanya treatment khusus. Karena penyakitnya tidak hanya akut tapi sudah kronis. Jadi tidak cukup hanya dengan ceramah, itu tidaka akan pernah bisa menyembuhkan penyakit ummat ini. Amal adalah solusi. Amal adalah pil Dewa yang mampu menyembuhkan sakit ummat tersebut. Gerak nyata, keteladan dan terjunnya kita di lading amal lapangan adalah solusi konkret yang mampu merubahnya.
Sehingga tidak salah jika Rosulullah mengatakatan 3 Ciri Kader terbaik. 3 tanda yang jadi pembeda kader yang prestatif. Tiga ciri itu adalah:
1.      Kader terbaik itu melekat pada Ummat Muslim yang Jika dilihat maka akan mengingatkan kita pada Allah. Sangat banyak orang-orang yang kalau kita lihat tidak membawa kedamaian. Kawan, inilah ciri pertama ummat terbaik. Melihatnya saja membuat kita ingat pada Allah. Ibnu Qoyyim Al jauziah menceritakan gurunya imam Abu Hanifah.Imam Abu Hanifah itu ketika berjalan di Pasar di Pagi hari, dari tubuhnya memancarkan sinar. Ketika Abu Ahnifah ditnya terkait hal itu maka Beliau mengatakan Saya selalu melakukan dzikir ba’da sholat subuh. Sampai waktu dhuha menjelang dan sya mengakhirinya dengan sholat dhuha. Dan jika saya tidak melakukanya hari itu, rasanya saya tidak punya kekuatan untuk hidup hari itu. Kawan apa yang kita lakukan setelah subuh? Tidak saya, anda dan banyak lagi lainnya yang malah kembali bermimpi dengan tidur kembali.
2.      Ciri Kader terbaik kedua adalah Dia yang berkata maka perkataannya membawa amal kesholihan pada lainnya. Kawan inilah makna luar biasa kata. Kata bukan hanya kumpulan huruf, kata menyimpan kekuata perubahan, kata menyimpan rahasia revolusi. Orang2 besar yang pernah menyejarah di muka bumi ini bila di tilik ulang maka ada 1 kesamaan yang menyertai mereka. Mereka adalah orang2 yang mampu berorasi dengan baik, mampu menggunakan dan mengeluarkan kata-kata baik. Perkataannya membuat orang2 di sekiarnya menjadi terinspirasi, menjadi tersemangati, menjadi berubah lebih baik. Dan luar biasanya dalam Al Qur’an terdapat 51.600 kata. Jauh lebih banyak dari pada injil yang hanya 30.000an kata. Kawan, mari kita tata, apa yang keluar dari muut kita. Mari kita manage agar rangkaian kata yang membentuk kalimat yang akan kita keluarakan hanya dan hanya kata2 yang produktif, baik dan menginspirasi orang2 di sekitar kita.
3.      Terakhir kader terbaik menurut kekasih Alloh itu adalah dia yang jika beramal secara sendirian maka membuat orang makin ingat dengan akherat.
Inilah tantangan besar dari Rasulullah bagi kita yang mau menjadi kader terbaik yang mampu merubah Ummat. Melakukan perubahan sosial secara cepat di Masyarakat. Bukan hanya dengan ceramah, yaujih kita tai jauh lebih dari itu dengan amal kesholihan kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar